Halo Guys! Tepat seminggu setelah kegiatan dari
UKM Solidaritas Sosial Mahasiswa (SOSMA) STP Sahid Jakarta yang bernama "Sustainable Tourism Desa Kasepuhan Cipta Gelar, Sukabumi - Jawa Barat" ini dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pendidikan anggota Masa Bhakti Pertama 2016 SOSMA untuk menjadi anggota penuh atau biasa disebut Masa Bhakti Anggota. Pada kegiatan ini kami dibimbing oleh seorang Anggota Kehormatan SOSMA yang biasa dipanggil Mpok Nina. Singkat cerita, Mpok Nina inilah yang membantu kami mengadakan program ini di Desa Kasepuhan Cipta Gelar karena beliau sudah mengadakan berbagai kegiatan di desa tersebut sejak tahun 2003.
Ohya, seperti biasa ya artikel ini saya buat dengan bahasa curhatan seperti di dalam artikel lain milik saya dan ini akan menjadi artikel terpanjang sepertinya. Let's Check this out! :)
Selasa, 16 Mei 2017
Saya dan Mpok Nina berangkat terlebih dahulu dibanding anggota SOSMA yang lain. Bisa dibilang kami ini tim advance kaliya...(hehe). Kami berangkat menggunakan bus MGI jurusan Bogor - Pelabuhan Ratu dari Terminal Baranangsiang, Bogor sekitar pukul 08.00 WIB. Selama diperjalanan tidak begitu macet hanya di beberapa pasar saja yang terbilang ramai.
 |
| sesampainya di Terminal Pelabuhan Ratu |
Sekitar pukul 12.00 WIB kami sampai di Terminal Pelabuhan Ratu dan kami pun mampir di salah satu warung makan untuk menyantap makan siang. Setelah makan siang, kami bergegas untuk mencari mobil ELF untuk melanjutkan perjalanan. Kami menggunakan ELF jurusan Cicadas selama 4 jam dari Terminal Pelabuhan Ratu kemudian turun di Terminal Cicadas. Ohya sebelumnya kami sudah memesan ojek dari warga yang tinggal disana untuk menuju Desa Cipta Gelar karena kendaraan umum yang bisa diakses hanya memesan ojek atau mobil bak terbuka (jika dengan jumlah orang yang banyak).
Selama diperjalanan menggunakan motor luarrr biasa...
extreme. Karena kami menggunakan jalan yang lebih cepat tapi mengitari gunung dan jalan bebatuan licin. Saya sempat mendokumentasikan jalanan tersebut dalam beberapa gambar karena (jujur) saya takut jatuh.
 |
| belum terlalu extreme dalam foto ini |
 |
| blur kan jadinya haha :( |
Pegal, sakit dan ingin cepat sampai yang saya rasakan selama perjalanan, sekitar 2 jam dengan medan yang seperti itu menggunakan motor matic. Akhirnya saya meminta istirahat terlebih dahulu untuk meluruskan kaki yang pegal dan Mpok Nina menawarkan saya untuk foto diantara padi-padi yang sedang dijemur dipinggir jalan, seakan pertanda bahwa kami akan segera sampai.
so in love at the first sight
Dan...sampailah kami sekitar menjelang maghrib. Kami pun segera menuju kediaman Kang Yoyo (beliau seperti LO untuk Abah/Kepala Adat Desa Kasepuhan Cipta Gelar). Kemudian saya dan Mpok Nina berbincang dengan Kang Yoyo untuk perizinan kami mengadakan kegiatan disana. Singkat cerita, kami pun bergegas menuju Bumi Ageung/Imah Gede untuk bertemu Abah di kediaman beliau.
Kang Yoyo pun dengan ramahnya menjelaskan cara bersalaman dengan Abah, dan mengantar kami bertemu dengan Abah untuk menjelaskan maksud dan tujuan kami ke Desa Cipta Gelar. (Setelah kami menunggu untuk bertemu Abah yang pada saat itu sedang memiliki banyak tamu dan kami mendapatkan giliran pukul 22.00 WIB)
Abah sangat ramah menerima kedatangan kami dan memberikan kami izin untuk mengadakan kegiatan yang telah kami rencanakan sebelumnya, begitu juga dengan istri beliau yang kerap disapa Mama Alit (yang artinya mama kecil). Abah ini merupakan kepala adat yang ke-10 setelah mendiang ayahanda beliau wafat.
Setelah menyelesaikan segala persyaratan adat, saya dan Mpok Nina pun makan malam di Bumi Ageung sambil berbincang dengan kawan lama Mpok. Dan malam itu juga saya dan Mpok mulai mengatur rumah warga yang akan kami tinggali atau biasa disebut Live In dengan bantuan Kang Yoyo dan Anggi (anak angkat yg suka membantu beliau di rumah).
Saya, Mpok dan rekan-rekan BPH (Badan Pengurus Harian) SOSMA perempuan tinggal di 1 rumah bersama orang tua angkat selama disana dengan panggilan Aki Japi dan Emak. Dan 2 rumah untuk MBP 2016 (Kediaman Aki Jaer dan Aki Dasim) serta BPH SOSMA laki-laki tinggal di Bumi Ageung. Setelah menyelesaikan urusan mengenai tempat tinggal dan segala persiapan untuk kedatangan MBP 2016 dan BPH yang akan menyusul esok hari, akhirnya kami pun beristirahat di kediaman Ki Japi.
Rabu, 17 Mei 2016
Sekitar pukul 08.00 WIB kami menuju Bumi Ageung untuk sarapan, tetapi belum sampai ke Bumi Ageung kami berpapasan dengan Pak Guru yang bernama Pak Upar, kemudian Mpok Nina mengajak saya untuk berkunjung ke sekolah yang ada di Desa Cipta Gelar.
Setelah berbincang dengan Pak Upar, kami pun diajak masuk ke perpustakaan untuk bertemu Kepala Sekolah SD &SMP di Cipta Gelar. Singkat cerita, Kepala Sekolah memberitahu bahwa seminggu sebelum kedatangan kami, sekolah ini mengalami kebakaran tepatnya dibagian ruangan kantor tempat penyimpanan berkas-berkas penting, lcd, komputer dll. Sedih, semuanya habis terbakar. Bahkan berkas-berkas untuk pendaftaran akreditasi SD pun turut terbakar, belum lagi lcd dan komputer pemberian relawan yang pernah datang ke Desa Cipta Gelar pun raip terbakar.
Menurut info yang kami dapat dari Pak Upar, kebakaran ini berasal dari kompor di ruang inap guru (mess guru) yang ada disebelah kantor tersebut. Kemudian kami pun meminta izin untuk berkeliling di sekolah sambil bertanya kepada Pak Upar mengenai perizinan mengadakan sedikit kegiatan di sekolah untuk esok harinya bersama anggota SOSMA yang lain.
 |
| kami melihat-lihat buku bacaan di Perpustakaan sederhana ini |
 |
| Saya dan Mpok Nina berbincang dengan Kepala Sekolah |
Selesainya kami berkunjung ke sekolah, kami pun bergegas ke Bumi Ageung untuk menyantap sarapan. Dan saya juga berbincang-bincang dengan Nini (Nenek dalam bahasa sunda) yang setiap hari masak di Bumi Ageung. Dengan bahasa sunda yang saya bisa, saya pun bertanya-tanya mengenai Bumi Ageung dan beberapa hal mengenai Desa Cipta Gelar sembari membantu Nini mendinginkan nasi (dalam bahasa sunda biasa disebut ngakeul).
Ohya guys, sebelumnya saya mau kasih tau nih kenapa di foto itu saya dan Mpok menggunakan kain. Jadi, peraturan adat disini bagi para wanita diwajibkan menggunakan kain setiap harinya dan untuk para lelaki wajib menggunakan udeng atau ikat kepala. Dan dari obrolan dengan Mak Uwok (salah satu nini yang ada di dapur Bumi Ageung) di Desa Cipta Gelar ini pun tidak boleh memasak nasi menggunakan kompor jadi harus dengan tungku dan kayu bakar, selain itu disini pun sangat dilarang menjual beras tanpa terkecuali. Kalau Mak Uwok bilang, lebih baik meminta dari pada harus membeli. Dan mayoritas di Desa Cipta Gelar ini adalah petani.
Beruntungnya kami yang datang disaat musim panen, so....bakal banyak pengalaman nih soal panen-memanen dan juga sejarah di Desa Kasepuhan Cipta Gelar ini.
Setelah sarapan dan berbincang di dapur Bumi Ageung, saya dan Mpok pun diajak berkeliling desa oleh Kang Sanga (kalau di jawa, kang sanga ini seorang abdi dalem kaliya). Dengan baik hatinya, Kang Sanga seperti guide mengantar kami kesana-kemari sambil menjelaskan apa yang kami tanya.
FYI guys, Desa Kasepuhan Cipta Gelar ini mendapatkan pasokan listrik dari pembangkit listrik tenaga air yang biasa disebut Turbin disini. Dan kami pun diajak kesana untuk melihat bagaimana kerjanya si Turbin itu. Tak terlewatkan saya mengambil beberapa gambar di sungai dekat turbin itu berada.
 |
| ini dia yang disebut turbin, kincir airnya dibawah bangunan ini |
Kemudian setelah dari Turbin, kami pun berkeliling ke kebun sampai ke sawah di Desa Cipta Gelar. Mungkin bagi Mpok Nina pengalaman ini sudah kesekian kalinya, tapi bagi saya sendiri ini pertama kalinya saya kesini (meskipun sebelumnya Ayah saya pernah terlebih dahulu ke Desa ini bersama rekan-rekannya). Kalau Mpok bilang, sambil keliling-keliling cari spot untuk foto yang bagus. Jadi, dari beberapa postingan kali ini saya banyak upload foto juga (hehe). Sembari mencari tempat untuk kegiatan nanti, saya pun mendapatkan banyak hal baru dari mulai ciri khas memanen padi disini menggunakan etem (ani-ani), proses menumbuk padi menjadi beras sampai beratus-ratus jenis padi.
 |
| Jemuran padi ini disebut lantaian (dalam bahasa sunda) |
 |
| Dibelakang saya itu adalah lumbung padi, tempat menyimpan padi yang sudah dijemur untuk nantinya akan ditumbuk |
Setelah berkeliling kesana-kemari dengan Mpok Nina dan Kang Sanga, sekitar pukul 17.00 WIB rekan-rekan BPH dan MBP pun akhirnya sampai dengan selamat di Bumi Ageung. Lantas mereka langsung beristirahat kemudian bersih-bersih dan melaksanakan sholat Magrib serta dilanjutkan makan malam. Setelah selesai makan malam, saya bersama Ansori pun bertugas ke rumah Ki Jaer dan Ki Dasim untuk menginformasikan mengenai kegiatan MBP yang akan
live in bersama keluarga mereka selama 4 hari kedepan. Sedangkan BPH yang lain dan MBP memulai briefing kegiatan kami.
Singkat cerita, MBP pun dipersilahkan menuju ke rumah orang tua angkat mereka masing-masing dan beristirahat.
 |
| bersama Kang Yoyo |
 |
| Briefing kegiatan di kediaman Kang Yoyo |
Kamis, 18 Mei 2017
Pagi itu, semua MBP di masing-masing keluarga pun sudah memulai kegiatan
live in mereka. Dari mulai bangun pagi, bersih-bersih, sholat kemudian membantu Nini dan Aki menyiapkan bekal untuk makan di sawah, semuanya dilakukan layaknya mereka adalah anak kedua orang tua angkatnya. Ada 4 BPH yang bertanggung jawab untuk berkeliling melihat kegiatan MBP bersama keluarganya (bukan mendampingi ya), dan yang lainnya mengerjakan tugas masing-masing. Saya persingkat dengan beberapa dokumentasi dari anggota MBP 2016.
 |
| berangkat ke sawah |
 |
| diajak ngopi sama nini |
 |
| belajar pake etem |
 |
| lagi numbuk apa kira-kira? |
 |
| makan bareng keluarga aki & nini |
Dalam sesi ini, saya hanya membantu divisi pariwisata SOSMA untuk mengulik informasi tentang Desa Kasepuhan Cipta Gelar. Sebelum kami berkeliling desa, agenda hari ini yaitu Mpok Nina dan anggota SOSMA (khususnya BPH) akan berkunjung ke SD dan SMP Desa Cipta Gelar. Ohya, sebelumnya saya mau sedikit berbagi informasi tentang apa yang telah kami dapat dari Pak Upar dan Kepala Sekolah mengenai SD dan SMP disini. Jadi begini, Jumlah murid di SD Desa Cipta Gelar ini berkisar 125 orang dan untuk SMP hanya sekitar 40 orang saja. Menurut informasi dari Kepala Sekolah, minat bersekolah disini masih rendah. Kebanyakan anak-anak disini lebih memilih untuk membantu orang tuanya pergi ke sawah atau membantu kegiatan lainnya. Selain itu, tenaga pengajar disini pun bisa dibilang masih terbatas. Menurut informasi yang kami dapat, guru SD disini merangkap sebagai guru SMP juga. Salut!
Nah, kebetulan saat kami datang hari itu murid SD kelas 6 sedang melaksanakan UN jadi semua guru menjadi pengawas, kecuali Pak Upar karena beliau akan mengisi di kelas 7 dan 8 SMP.
Akhirnya kami pun meminta waktu kepada Pak Upar untuk mengisi di kelas murid SMP tersebut untuk berkenalan dan bermain games sederhana sambil belajar. Anak-anak disini sangat pemalu, untuk menjawab sebuah pertanyaan saja senyam-senyum bahkan sampai menutup muka, lucu sekali. Okay, dibawah ini ada beberapa dokumentasi kami saat melakukan kegiatan di sekolah.
 |
| mengetes konsentrasi :p |
 |
| foto bersama setelah mengisi kegiatan di kelas |
 |
| foto bersama pak Upar |
Kami pun melanjutkan agenda untuk berkeliling mengulik Desa Kasepuhan Cipta Gelar ini. Banyak sekali hal-hal baru yang kami dapat disini, bersosialisasi dengan warga sekitar yang rata-rata berbahasa Sunda (beruntung saja saya orang sunda hehe). Ohya, mungkin saya akan mempersingkat ceritanya dengan menampilkan beberapa foto kegiatan saja ya supaya tidak terlalu panjang curhatnya.
P.S : Untuk beragam informasi yang kami dapat mengenai Desa Kasepuhan Cipta Gelar, teman-teman bisa menunggu video dan artikel yang akan dibuat oleh admin akun SOSMA ya InshaAllah secepatnya selesai.
Kegiatan hari itu ditutup dengan Evaluasi kegiatan MBP yang diadakan di Bumi Ageung setelah menyantap makan malam bersama. Dan akhirnya Bang Jajang dan Bang Firman (DPO SOSMA) sampai di Desa Kasepuhan Cipta Gelar, mereka datang untuk mewakili DPP/DPO yang lain. Langsung saja berikut beberapa dokumentasi saat evaluasi kegiatan.
 |
| persiapan presentasi/report kegiatan |
 |
| presenting the result |
 |
| evaluasi BPH |
Jumat, 19 Mei 2017
Kegiatan hari ini sama seperti kemarin yaitu
live in bersama keluarga angkat masing-masing, hanya saja hari ini MBP mendapat tugas tambahan yaitu mempersiapkan kegiatan Coaching Clinic, akan tetapi kali ini lebih kepada Demo Cooking membuat produk makanan dari pangan lokal. Demo Cooking ini adalah salah satu kegiatan yang dibuat oleh MBP dalam rangka mengimplementasikan materi yang telah didapat selama beberapa bulan kemarin. Ohya, kenapa sih Demo Cooking? karena sebagai mahasiswa/i perhotelan kami sedikit banyaknya mendapatkan skill & knowledge mengenai masak-memasak, jadi kenapa tidak dibagikan saja ilmunya. Kali ini, Demo Cooking yang dibuat dengan menu yang mereka telah pelajari di kampus yaitu Klappetart dan menu lainnya yaitu Puding Pisang akan diikuti oleh ibu-ibu yang ada di dapur Bumi Ageung dan siswi-siswi SD Cipta Gelar. Maka dari itu, tugas tambahan untuk mempersiapkan Demo Cooking pun mereka laksanakan dengan sebaik-baiknya. Dari mulai mencari bahan seperti kelapa, pisang, mempersiapkan alat, dll.
Ohya, kebetulan hari ini adalah hari spesial (yang saya lupa namanya) pokoknya tradisi ini berupa semua warga Desa Kasepuhan Cipta Gelar melaksanakan kegiatan memanen di Sawah Utama milik Abah dan dilanjutkan makan besar bersama. Jadi kami semua melaksanakan kegiatan di Sawah Utama tersebut yang lumayan jauh, berada di atas bukit bukit. Ramai, menyenangkan dan penuh rasa kekeluargaan. Dokumentasi pun tak terlewatkan.
Sangat menyenangkan bercengkrama dengan bahasa daerah, berbincang mengenai keunikan Desa Kasepuhan Cipta Gelar dan makan bersama dengan nikmat. Kegiatan di hari itu pun diakhiri dengan evaluasi dan pematangan mekanisme Demo Cooking dan persiapannya. Tetap semangat meskipun seharian naik-turun bukit sambil banyak-banyak bersyukur.
Sabtu, 20 Mei 2017
Pagi itu setelah briefing dan sarapan, dilanjutkan dengan MBP 2016 yang mempersiapkan kegiatan Demo Cooking Klappertart dan Puding Pisangnya. Setelah semuanya siap, anggota MBP 2016 pun memulai kegiatan Demo Cooking. Semua berjalan dengan lancar, meskipun sedikit kaku karena kemampuan bahasa sunda pendemo yang agak kurang dan pemahaman bahasa Indonesia peserta yang kadang masih kurang cepat. Tapi semua memahami apa yang dipresentasikan pada saat Demo Cooking, baik ibu-ibu ataupun siswi-siswi menyukai hasil masakan yang dibuat dari pangan lokal mereka sendiri. Setelah selesai Demo Cooking, Mama Alit pun dipersilahkan untuk mencicipi hasilnya. Beliau senang ada kegiatan seperti ini, menghibur warga terutama ibu-ibu yang selalu membantu di Bumi Ageung. Untuk mempersingkat, berikut saya berikan beberapa gambaran kegiatan tersebut.
 |
| Demo Cooking pun dimulai |
 |
| Mencicipi hasil Demo Cooking bersama |
Selesainya Demo Cooking, kami pun melanjutkan kegiatan dengan evaluasi dan beberapa kegiatan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan bersih-bersih, makan malam dan berkumpul kembali untuk briefing kegiatan selanjutnya di Bumi Ageung.
Malam itu pun ditutup dengan kegiatan sungkeman sekaligus perpisahan dengan keluarga angkat masing-masing MBP 2016. Orang tua angkat yaitu Ki Jaer dan Ki Dasim berserta Nini dipersilahkan untuk memberikan kesan dan pesan setelah beberapa hari kediaman mereka ditinggali oleh anggota MBP 2016 dan begitupun sebaliknya, MBP 2016 pun dipersilahkan untuk menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan setelah beberapa hari menjadi anak angkat orang tuanya.
Haru, sedih dan jadi kangen orang tua yang saya rasakan saat itu, kebetulan bahasa sunda itu bahasa kedua di rumah saya jadi cukup dapat memahami apa yang orang tua angkat sampaikan dengan detail. Serta doa-doa yang mereka ucapkan membuat saya teringat kepada kakek & Nenek saya. Suasana pun pecah ketika Nini mulai menangis dan memeluk anak angkatnya dari MBP 2016. Malam yang dingin pun lebih terasa hangat dari biasanya dengan suasana yang seperti ini.
Penutup kegiatan yang sangat berkesan dan tak terlupakan. Rasa lelah selama mengikuti kegiatan di Desa Kasepuhan Cipta Gelar pun terbayar dengan semua pembelajaran yang kami dapat.
 |
| Surprise for MBP 2016 |
Akhirnya kegiatan beberapa hari di Desa Kasepuhan Cipta Gelar pun kami lewati dengan beragam macam pembelajaran, pengalaman baru, pengetahuan dan yang paling penting kami mengingat kembali bahwa bersyukur atas nikmat Tuhan adalah kunci dari segalanya.
Last but not least...
Terima kasih saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengadakan kegiatan ini. Terima kasih kepada Abah & Mama Alit berserta semua warga Desa Kasepuhan Cipta Gelar yang telah menerima kami dengan baik, serta kepada Mpok Nina yang telah membimbing kami dalam kegiatan ini, dan kepada Bang Jajang & Bang Firman yang telah menyempatkan hadir, kemudian kepada semua Abang/Kakak DPP dan DPO yang telah membantu berjalannya kegiatan ini hingga terlaksana dengan baik, dan juga pastinya kepada Almamater STP Sahid Jakarta yang telah menaungi UKM SOSMA dan mendukung atas kegiatan kami. Semoga apa yang telah kami laksanakan dapat berguna bagi sesama.
Ooookay, Guys. Sampai juga di paragraf terakhir sesi curhat kali ini. Terima kasih telah membaca cerita pengalaman saya dan rekan-rekan kali ini. Cukup panjang tapi semoga ini dapat (sedikitnya) mengisi kekosongan teman-teman sambil ngopi/ngeteh cantik ya xxx. Dan.... Jangan lupa cek artikel saya yang lain ya! :)